Kakakku Nita

Posted: May 3, 2011 in Uncategorized

Pagi itu adalah hari yang kukira akan menyenangkan untuk dilalui. Angin yang menyapa wajahku diikuti dengan cahaya mentari yang menyinari tubuhku. Tapi, angin dan cahaya mentari itu tak mampu untuk membendung rasa sakitku. Kak Nita, kakak yang sangat aku sayangi, yang sangat aku cintai pergi untuk selamanya.
Seharusnya malam itu ku tak membiarkannya pergi dari rumah. Aku tak kuasa tuk menentang keputusan ayah. Hari ini, kakakku Nita seharusnya merayakan Ulang Tahunnya yang ke-21. Aku begitu membenci ayahku saat ini, dan sangat membenci Bram.
“Ayah seharusnya tak mengusir kak Nita!, dia tidak salah Ayah, yang salah itu Bram. Dia yang memaksa kakak. Ayah liat karena Ayah mengusirnya kakak frustasi.” Kataku terisak didalam kamar kakak. Kemudian ku melanjutkan kata-kataku.
“Ayah tau, selama ini yang dekat denganku hanya kakak seorang. Didunia ini ku hanya merasa hanya kakak seorang keluargaku. Semenjak Ibu meninggal hanya kakak seorang ayah, hanya kakak seorang!” kataku sambil terisak.
Ayah hanya diam. Dia mungkin tau perasaanku atau tidak, aku tidak peduli. Selama ini kakak hanya mempunyai aku tuk menumpahkan perasaanya. Pertama saat aku tau dia hamil oleh Bram itu. Aku serasa ingin membunuhnya. Dan malam disaat kakak ditabrak mobil di jalan raya aku tak ada rasa untuk hidup didunia ini.
Ayah terlalu sibuk dengan pekerjaanya, dia hanya pulang pada saat ada yang penting untuk dikerjakan dirumah saja. Selebihnya dikantor entah apa yang dilakukannya dan semenjak ditinggal ibu ayah jarang pulang kerumah dan lebih cepat marah. Tidak seperti ayahku yang kukenal dulu sewaktu ibu masih hidup.
“Ayah minta maaf Dhani. Ayah saat itu betul-betul kehilangan akal saat mengetahui kakakmu hamil diluar nikah. Ayah minta maaf.” Seraya memelukku dari samping. Ku dengar suara isakannya yang tertahan dan air matanya yang jatuh di pipiku.
“Ayah juga tahu selama ini Nitalah yang melindungimu, menjagamu layaknya seorang ibu. Tetapi hati ayah belum terbuka saat itu. Ayah begitu menyesal atas semua kejadian ini. Sekarang didunia ini hanya kamu seorang keluarga ayah. Ayah minta maaf nak. Ayah akan selalu bersamamu serta menjagamu.”
Aku hanya terharu mendengar perkataan Ayah dan hatiku menjadi lega. Aku yakin kali ini hati ayah terbuka, dan aku yakin kak Nita pasti tersenyum disana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s