ORASI HIV/AIDS

Posted: May 3, 2011 in HIV/AIDS

Assalamualaikum war wab….
Puji syukur kita haturkan kepada Allah swt. Karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nyalah sehingga kita masih sempat bertemu di tempat ini dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia. Salawat bertangkaikan salam tak lupa kita kirimkan kepada junjungan kita nabi Muhammad saw. Karena atas berkat jasa-jasanyalah yang  telah membawa kita dari alam kebodohan menuju alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan sekarang ini.
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sebuah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang terdapat pada sel darah putih. Virus ini ditemukan pertama kali pada tahun 1983 oleh Dr. Luc Monteigner yang berasal dari Perancis. Namun sampel darah di Afrika tahun 1950 dinyatakan telah terinfeksi virus ini.
Pada dasarnya virus HIV tidak dapat terdeteksi melalui test apapun. Namun keberadaan virus ini baru dapat diketahui ketika sistem kekebalan tubuh kita membentuk antibody khusus untuk melawan virus ini. Ketika antibody khusus ini terdeteksi melalui test darah maka dapat dipastikan bahwa kita telah terinfeksi HIV. Untuk mengetahui ada atau tidaknya virus HIV didalam tubuh kita maka dilakukan test darah,salah satunya adalah test western dan test elisa.
Virus ini hidup dihampir cairan tubuh manusia tapi yang terbukti dapat menularkan yaitu yang hidup dalam :
•    Darah
•    Air mani
•    Cairan vagina
•    Air Susu Ibu (AsI)
Virus HIV dapat menular melalui
•    Berhubungan seks tanpa menggunakan kondom dengan penderita HIV yang biasa disebut ODHA (Orang Dengan HIV AIDS)
•    Menggunakan jarum suntik bekas ODHA
•    Transfusi darah yang terinfeksi HIV
•    Seorang Ibu yang terinfeksi HIV kepada anaknya
AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) bukanlah sebuah penyakit tapi suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh sudah sangat lemah dan tidak dapat lagi menahan serangan berbagai macam penyebab penyakit akibat terinfeksi virus HIV.
Hingga November 2009, UNAIDS (Badan AIDS sedunia) memperkirakan ada 60 juta pengidap HIV/ AIDS di dunia, dengan kematian mencapai 25 Juta jiwa. Dari jumlah tersebut pengidap terbanyak ada di Afrika yang mencapai sekitar 25 juta jiwa.
Sementara itu hingga Desember 2007 tercatat ada 17.207 kasus di Indonesia. Untuk Sulawesi Tengah hingga Desember 2009 tercatat ada sekitar 97 kasus HIV/ AIDS, untuk Palu sendiri tercatat terdapat 65 kasus atau menduduki tingkat pertama kasus terbanyak HIV di Sulteng. Jika menggunakan teori fenomena Gunung Es bahwa 1 kasus dikalikan 100 maka diperkirakan ada sekitar 8800 kasus hIV/AIDS dari sekitar 2,5 juta penduduk di Sulteng.
Di Indonesia, hingga Juni 2008, dari 18.963 kasus HIV/AIDS yang paling banyak terinfeksi adalah pengguna Narkoba Suntik yang hampir setengahnya dan usia produktif merupakan jumlah terbanyak. Banyak orang menganggap bahwa ketika sudah terinfeksi HIV berarti kita sudah mengidap AIDS dan tinggal menunggu mati saja. Padahal itu adalah anggapan yang salah dan sangat keliru. Pada kenyataannya, banyak dari mereka yang sudah terinfeksi HIV masih dapat beraktivitas layaknya orang yang lain bahkan tidak jarang produktifitas dan prestasi mereka melebihi orang yang tidak terinfeksi. Virus HIV tidak akan membuat kita menjadi penjahat dan kitapun dapat menjalani hidup sebagaimana  yang lainnya jika kita secepatnya melakukan tes HIV sukarela (VCT) untuk mengetahui status kita sebelum benar-benar terlambat.
Kesalahpahaman akan HIV/AIDS adalah penyebab utama terjadinya diskriminasi yang sering kali berupa pengucilan,pelecahan, dan bahkan pengusiran karena HIV/AIDS dianggap sebagai kutukan pembawa sial. Hal ini terkadang membuat orang enggan mengetahui statusnya dan ODHA tidak mau membuka statusnya karena cemas akan kesejahteraan dirinya. Akibatnya permasalahan ini tidak mencuat ke permukaan dan jarang dibicarakan secara lebih terbuka. Dalam perjuangan melawan ganasnya HIV di tengah lingkungan masyarakat yang diskriminatif  inilah para ODHA terkadang merasa putus asa bahkan frustasi dan kemudian ingin menularkan HIV-nya kepada yang lain. Olehnya itu kami mengajak semuanya untuk bersama-sama menghapus perlakuan diskriminasi dan memberikan wajah yang lebih manusiawi terhadap mereka jika ingin negeri ini benar-benar bebas dari HIV/AIDS. Karena kita semua adalah spirit dan inspirasi kepada para ODHA dan kita harus menyebarkan pesan “STOP DISKRIMINASI”  kepada orang-orang terdekat kita, karena “yang harus diperangi adalah virusnya, bukan orangnya”.
Sekali lagi “STOP DISKRIMINASI”
Wassalamualaikum war.wab……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s