PROBLEMATIKA REMAJA

Posted: May 3, 2011 in Uncategorized

Masa remaja merupakan masa transisional (peralihan) dari masa anak-anak kemasa dewasa. Dalam proses transisi tersebut, sering kali remaja menunjukkan gejala-gejala psikologis yang menjadi problem dalam kehidupannya. Sementara, terkadang keluarga sering kali disibukkan dengan problem yang dialami oleh remja tersebut, baik masalah fisik maupun psikis.Untuk memahami remaja dan perkembangan fisik dan psikisnya tersebut, maka perlu dipperhatikan beberapa problem remaja, antara lain :
1.    Persaan jenuh

Usia remaja merupakan usia yang sangat potensial bagi tumbuhnya perasaan jenuh. Banyak para remja yang mengeluh karena merasa jenuh dan lelah sehingga mereka membutuhkan istirahat dan ketenangan. Perasaan cepat lelah dikalangan remaja tersebut, disebabkan oleh adanya gerakan ototnya. Gerakan otot tersebut disebabkan oleh adanya perubahan yang cukup cepat pada sebagian fungsi kejiwaan remaja yang mungkin berkembang ketika dilanda kemarahan yang terpendam.
Menyikapi problem munculnya kejenuhan pada remaja ini, maka para orang tua, masyarakat dan pendidik hendaknya tidak membebani remaja dengan tindakan atau perbuatan yang melebihi kapasitas kemampuannya. Begitu juga remaja dituntut agar dapat mengatasi perasaan jenuh dengan tindakan yang positif.

2.    Sensitif dan cengeng

Salah satu sifat yang biasa diidentifikasi (dibedakan) pada masa usia remaja ini, adalah perasaan sensitif yang berlebihan. Selain itu, remaja juga cenderung lebih mendahulukan emosi, daripada nalar rasional. Hal ini pada akhirnya dapat mengakibatkan remaja sering dihadapkan pada problem kejiwaan yang tidak jarang membuat mereka merasa kesedihan.

Selain itu, problem sensivitas yang ada dalam diri remja juga kadang-kadang disebabkan oleh perasaan terasing, yakni ketika mereka merasakan bahwa dirinya tidak diterima ditengah-tengah keluarga dan masyarakat. Demikian juga ketika pendapat-pendapatnya tidak direspons dengan baik oleh masyarakat dan keluarga dalam kapasitasnya sebbagai seorang yang sudah matang dalam berpikir dapat menyebabkan perilakusensitif yang berlebihan.

Salah satu penyebab umum yang didapati pada remaja dalam hal sensivitas ini adalah kuat dan tingginya ego yang memang muncul pada usia remja. Mereka selalu memikirkan bahwa dirinya sendiri yang memilki kemampuan, bahkan terkadang juga mengkhawatirkan prasangka orang lain terhadap dirinya serta kepercayaan pada diri sendiri secara berlebihan. Oleh karenanya, remaja sering menganggap orang yang memperlakukan dirinya dengan buruk atau meragukan kemampuan dirinya, sebagai orang yang telah menghina dan melecehkan harga dirinya.

Sensivitas, kecengengan, dan perasaan terasing juga disebabkan rasa minder. Persaan minder ini biasanya muncul di saat para  remaja mengalami perasaan cinta dengan lawan jenisnya. Mereka “takut” wajah atau tubuhnya tampak tidak menarik bagi lawan jenisnya. Begitu juga saat remaja merasa anggota tubuhnya tidak sama dengan yang lain akan menjadi penyebab munculnya perilaku sensitif, cengeng, dan merasa terasing dikalangan remaja.

3.    Menunjukkan diri

Anak remaja menganggap bahwa dia mempunyai kemampuan berpikir dan jiwa yang belum diketahui orang-orang disekitarnya yang menyebabkan mereka tidak mau menghargai dirinya. Oleh karena itu, dalam setiap kesempatan dia akan mencoba meyakinkan dan menunjukkan kemampuan dirinya. Diantara gejala yang tampak dari perilaku tersebut adalh :
    Membangkan dan kritis
    Ragu-ragu
    Merokok
    Sangat memerhatikan penampilan
    Kecenderungan menulis kisah hidupnya pada buku harian
    Bannyak berfoto dan memajang foto-foto pribadinya.

4.    Gampang bimbang
Diantara problem kejiwaan remaja yang paling menonjol adalah munculnya perasaan bimbang dan gampang terombang-ambing. Perasaan seperti itu, terkadang berasal dari pandanngan remaja itu sendiri terhadap masyarakat dan masa depan. Kadang-kadang mereka memandang masa depannya dengan penuh harapan yang cerah, tetapi disisi lain mereka terkadang merasa bosan dan tidk punya harapan ke depan. Hal ini tidak terlepas daru anggapan bahwa dirinya mempunyai ciri khas tersendiri, memillki kekuatan dan kemampuan yang tidak ada bandingannya. Remaja memandang masyarakat yang ada disekitarnya, tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan dirinya dalam lingkungan kehidupan masyarakat. Karena itu, mereka melihat masa depan yang suram dan tidsk mempunyai kesempatan yang banyak.

Diantara sebab-sebab keraguan yang sering dialami remja pada umumnya adalah :
    Perubahan sebagian fungsi kejiwaan remaja secara cepat, yang disebabkan ketidakaturan kerja kelenjar buntu.
    Bertambahnya pertumbuhan badan yang melebihi kecepatan perkembangan akal
    Kecemasan yang dialami remaja merupakan hasil dari bertambahnya angan-angan. Terjadinya benturan akibat dari tidak sesuainya angan-angan dengan kenyataan
    Tidak adanya pengalaman dalam menghadapi kehidupan
    Kekerasan dan kekangan yang sering dialami remaja pada sebagian keluarga

5.    Sering berkhayal

Masa remaja merupakan saat dimana khayalan mulai berkembang pesat. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil kreasi remaja, baik dalam lukisan, tulisan, sajak dan puisi, bahkan biasanya remaja senang menghiasi dan memperindah khayalannya.

Perkembangan dan matangnya daya khayal dikalangan remaja adalah ditandai denga lamunan, sebagaimana dia hanyut dalam khayallan, jauhh dari kehidupan mata yang mengelilinginya. Remaja sering berlindung dari kehidupan nyata dibalik khayalannya, dengan harapan dapat membuktikan harapannya yang tidak mungkin dibuktikan dalam kehidupan nyata.

Munculnya khayalan pada remaja, bidsa disebabkan oleh keinginan untuk lari dari kenyataan yang menimpanya, dan dianggap sebagai jalan dalam usaha untuk mengakhirinya. Khayalan juga, bisa disebabkan oleh adanya perasaan “kekurangan”, seperti kurangnya kemampuan diri yang kemudian mencoba untuk menutupinya dengan mengkhayal.

6.    Pertemanan
Pertemanan atau persahabatn merupakan problem paling penting yang dialami anak remaja dalam kehidupannya. Sebab, seorang teman adalah hal yang penting sekali dalam hidupnya dan mempunyai peranan penting dalam mengisi waktu serta menyelesaikn permasalahan yang dihadapinya.

Remaja biasanya memilih sendiri siapa yang akan menjadi temannya, dia akan menolak campur tangan orang tuanya dalam masalah ini. Hal itu berbeda dengan seorang anak kecil yang membolehkan orang tuanya untuk memilihkan teman untuknya, atau mengkonsultasikan kepada orang tuanya ketika ingin memutuskan hubungan persahabatan dengan salah satu temannya.

Secara umum, remaja memandang pertamanan merupakan sesuatu yang lebih penting baginya dibanding dengan saudara dan keluarganya sendiri. Oleh karena itu, mereke mencoba dengan berbagai cra untuk mempererat ikatan persahabatan itu dan menghabiskan waktunya bersama-sama dengan temannya. Mereka lebih banyak menerima pendapat yang diajukan temannya, dibandingkan dengan pendapat keluarganya. Dengan demikian, pengaruh teman bagi remaja sangat besar dan tidak boleh dianggap sepele.

7.    Cinta
Perasaan cinta atau suka kepada lawan jenis merupakan gejala dan problem yang bisa dijumpai pada remaja. Perasaan tersebut muncul, berawal dari adanya kebingungan dan tidak adanya ketenangan jiwa, sehingga kemudian mereka mencari sarana untuk mengobati rasa kebingungan dan ketidaktenangan tersebut melalui cinta.

Kaum remaja sering menganggap bahwa rasa senang yang muncul dari saling pandang dengan lawan jenis sebagai cinta. Hal ini disebabkan oleh kuatnya daya khayal dan asmara yang ada dalam diri mereka. Keadaan seperti ini akan membuat remaja banyak bermimpi dan berangan-angan. Bahkan mungkin khayalan dan angan-angan ini dapat membuat guncangan jiwa yang luar biasa ketika memburuknya hubungan, atau ketika tidak adanya respons ytang diharapkan dari lawan jenisnya.

8.    Dorongan seksual

Dorongan seksual merupakan keinginan untuk mengenal lebih jauh tentang struktur biologis lawan jenis. Dorongan seksual ini merupakan ciri utama yang bisa dijumpai pada masa remaja. Yang pertama kali bisa kita perhatikan dari perilaku seksual remaja adalah kebutuhan dan semangat mereka akan pengetahuan hal-hal yang berhubungan dengan seks. Hal tersebut dapat terlihat pada beberapa perilaku berikut ini :
    Suka melihat majalah dan buku-buku porno
    Suka melihat foto-foto porno
    Mencoba melakukan praktik seks, dan dalam hal ini yamg paling sering dilakukan oleh remaja adalah onani
    Suka mendengarkan cerita-cerita atau kisah-kisah porno

Mereka sangat berkeinginan untuk mengetahui persoalan-persoalan tersebut dengan lebih luas, bahkan berusaha mempraktikkannya, sehingga dapat terpenuhi dorongan seksualnya. Namun demikian, secara bertahap, problem seksual ini akan menurun dan tidak lagi menjadi masalah utama bagi remaja.

9.    Keras kepala
Keras kepala merupaakan pproblem yang ditemukan pada masa remaja dimana mereka merasa benar sendiri dan menganggap pendapatnyalah yang paling benar. Problem ini muncul dikarenakan pda masa remaja tingkat egoismenya tinggi dan kecenderunagn untuk menunjukka jati dirinya didepan umum, baik dikalangan teman sebaya, maupun didepan keluarga dan masyarakat juga tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s